INDOKATA.ID, PAREPARE – Upaya Pemerintah Kota Parepare dalam membangun birokrasi Qur’ani yang berintegritas dan humanis terus diperkuat di bawah kepemimpinan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid bersama Wakil Wali Kota, Hermanto.
Melalui program pembinaan karakter aparatur, Tasming Hamid menggagas gerakan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Muslim di lingkup Pemerintah Kota Parepare agar mampu membaca dan memahami Al-Qur’an dengan baik, tanpa mengabaikan nilai keberagaman keyakinan di lingkungan birokrasi.
Gagasan tersebut disampaikan Tasming Hamid saat menghadiri kegiatan Safari Dakwah yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Parepare setiap akhir pekan.
"Kami mendorong teman-teman ASN Muslim agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan tentu memahami maknanya,” ujar Tasming Hamid.
Menurutnya, tantangan birokrasi modern saat ini tidak hanya berkaitan dengan profesionalisme administrasi, tetapi juga persoalan moral dan integritas aparatur.
Mulai dari lemahnya etika pelayanan publik hingga penyalahgunaan jabatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Karena itu, Pemerintah Kota Parepare menilai penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi ASN Muslim bukan sekadar program keagamaan semata, tetapi bagian dari pembangunan karakter aparatur yang amanah, disiplin, santun, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Tasming Hamid menegaskan, kebijakan tersebut tetap dijalankan dengan menghormati keberagaman agama dan keyakinan seluruh ASN, serta menjunjung prinsip kesetaraan dalam pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi kita ingin membangun fondasi birokrasi yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan kemanusiaan. Tentu kami harap dukungan seluruh pihak terutama tokoh agama," kata dia.
Eks pimpinan DPRD Parepare itu menilai ASN bukan hanya pekerja kantor atau pelaksana administrasi pemerintahan semata, melainkan pelayan masyarakat sekaligus representasi negara yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Menurut dia, kemampuan embaca Al-Qur’an menjadi bagian dari proses pembentukan karakter ASN Muslim agar nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan amanah tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
"Dengan pendekatan spiritual, kami yakin ke depan pelayanan publik semakin profesional dan bersih. Dengan begitu juga integritas aparatur semakin kuat,” ungkapnya.
Program tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai tokoh agama, akademisi, hingga pemerhati sosial. Mereka menilai pendekatan pembinaan karakter melalui nilai-nilai keagamaan relevan diterapkan di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Ketua Umum DPP IMMIM sekaligus salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia, Muhammad Ishaq Samad, menilai program pembinaan karakter yang digagas Pemerintah Kota Parepare merupakan langkah strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan berakhlak.
"Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, tetapi merupakan upaya membangun budaya spiritual di lingkungan birokrasi. ASN tidak hanya dituntut profesional dalam pelayanan publik, tetapi juga harus memiliki karakter, moralitas, dan keteladanan yang baik," ujarnya.
Menurutnya, membiasakan membaca Al-Qur’an dapat membantu membentuk ketenangan hati, kedisiplinan, serta etos kerja yang dilandasi nilai kejujuran dan amanah.
Ia juga menilai penguatan nilai religius di kalangan aparatur pemerintah penting dilakukan di tengah tantangan sosial dan perubahan zaman yang semakin kompleks.
"Kami menyambut baik program pembinaan karakter seperti ini. Semoga gerakan membaca Al-Qur’an bagi ASN dapat menjadi inspirasi dalam menghadirkan pemerintahan yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual," tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Bakri. Ia menilai kebijakan Pemerintah Kota Parepare merupakan langkah positif dalam menghadirkan pelayanan publik yang berbasis etika dan nilai keagamaan.
"Sebagai Majelis Ulama Indonesia, kami mengapresiasi kebijakan yang ditetapkan Pemerintah Kota Parepare. Tentu kebijakan ini diperuntukkan bagi ASN beragama Islam. Sangat tepat karena ukuran keberagamaan umat Islam adalah Al-Qur’an, sehingga sudah seharusnya umat Islam mempedomani Al-Qur’an, terlebih ASN yang dihadirkan sebagai pelayan masyarakat. Pelayanan publik harus berbasis etika dan nilai-nilai keagamaan," ujarnya.
Menurutnya, penguatan pemahaman dan kedekatan ASN Muslim terhadap Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih santun, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Warga pun berharap program tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an semata, tetapi juga mampu mendorong penguatan akhlak dan etika ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Melalui pendekatan spiritual tersebut, ASN Muslim diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Qur’ani dalam etika kerja dan pelayanan publik, sekaligus memperkuat kesadaran moral untuk menjauhi perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan kewenangan.
Di bawah kepemimpinan Tasming Hamid, Pemerintah Kota Parepare terus mendorong pembangunan birokrasi yang profesional dalam pelayanan, modern dalam tata kelola, serta tetap menjunjung tinggi nilai moral, etika, dan kemanusiaan. (Idn**)

0Komentar